Kalau ngomongin kopi pasti tidak asing dengan arabika dan robusta, hal ini karena memang keduanya sering digunakan dan populer di coffee shop.
Namun walaupun sama-sama kopi, Arabika dan Robusta ini punya karakteristik dan ciri yang yang berbeda loh.
Dan setiap jenisnya punya fans nya masing-masing.
Terus apa saja sih perbedaanya?
Simak di artikel berikut ini.
Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta
Seperti yang sudah saya katakan diatas, bahwa terdapat perbedaan mencolok antar jenis kopi yang populer di dunia kopi.
Mulai dari biji, kandungan kimia dan harganya. Adapun beberapa perbedaan sebagai berikut.
Perbedaan Karakteristik Fisik
| Faktor | Arabika | Robusta |
| Bentuk Biji | Lonjong, lebih besar | Bulat/padat, lebih kecil |
| Warna Biji | Lebih gelap, oval, garis tengah lurus | Lebih pucat, garis tengah berliku |
| Rasa & Aroma | Lebih manis, asam, floral, kompleks | Lebih pahit, earthy, nutty, kuat |
| Aftertaste | Fruity, floral, manis | Pahit, aftertaste kacang |
Perbedaan Kandungannya
Selain karakter fisiknya, perbedaan juga terletak pada kandungan kimianya.
Misalnya kafein, mengutip dari The Roasters Pack, kafein di Robusta kandungannya 2,2% – 2,7% atau lebih tinggi dari Arabika yang hanya 1,1% – 1,5%.
Selain itu, kandungan gula dan lemak juga berbeda.
Jika arabika lebih kaya gula yaitu 6% – 9% dan lemak dari robusta 3% – 7%.
Terakhir kandungan asamnya, arabika lebih tinggi sehingga rasanya lebih kompleks dan menyegarkan.
Habitat Tumbuh
Arabika dan Robusta juga mempunyai perbedaan pertumbuhan muulai dari ketinggian dan suhu ideal.
Menurut beanburstcafe Arabika tumbuh pada ketinggian 800 – 2200 mdpl, sedangkan Robusta tumbuh di dataran lebih rendah antara 0-800 mdpl.
Selain ketinggian, suhu juga berpengaruh pada pertumbuhan kedua jenis kopi ini.
Menurut bbpplembang.bppsdmp.pertanian.go.id, Arabika tumbuh di suhu ideal antara 15-24 derajat celcius sedangkan Robusta 22-30 derajat.
Ketahanan Pada Hama
Perbedaan lainya adalah pada ketahanan tanaman, jika Arabika itu lebih rentan terhadap hama dan butuh perawatan lebih.
Sedangkan Robusta lebih tahan lama, tahan suhu dan tahan dari iklim yang ekstrim.
Harga
Mengutip dari Statista harga biji kopi Arabika lebih mahal dibanding Robusta.
Hal ini karena Arabika dianggap premium karena pertumbuhan dan cara perawatannya lebih sulit dibanding Robusta.
Penggunaan
Terakhir penggunaan dari kopi keduanya juga berbeda, walaupun secara umum kopi ini sering kita temui di coffee shop.
Arabika lebih sering digunakan untuk kopi single origin/specialty.
Sedangkan robusta banyak dipakai untuk campuran, bahan kopi instan, atau kopi susu yang rasanya lebih kuat dan harganya lebih terjangkau.
Kesimpulan
Setiap biji kopi yang kamu seduh adalah hasil kerja keras, cuaca yang tak menentu, dan doa yang panjang dari para petani.
Jadi lain kali kamu menyeruput secangkir kopi entah itu Arabika yang halus atau Robusta yang kuat luangkan waktu sejenak untuk mengingat siapa yang menanamnya.
Arabika dan Robusta bukan pesaing, mereka dua sisi dari cerita besar bernama kopi Indonesia.
Kalau kamu ingin mendukung keberlanjutan dan kesejahteraan petani, belilah kopi langsung dari petani lokal atau roaster kecil yang transparan tentang asal bijinya.
Karena pada akhirnya, kopi bukan cuma soal rasa di lidah, tapi juga soal rasa terima kasih di hati.
Salah satunya adalah kopi bubuk Arabika dari Arsuma Coffee, kopi asli dari lereng Gunung Sumbing dan diambil langsung dari petani.
Beli kopi di Arsuma Coffee bukan hanya membantu para petani dari sisi ekonomi, tapi juga motivasi mereka untuk memproduksi lebih banyak kopi lagi.